Saat aku melewati sebuah jalan di kawasan Depok, aku sempat bengong melihat poster iklan film yang bunyinya kalau tak salah ingat, bangkitnya pocong dalam 40 hari. Jadi bergidik. Maklum, aku sedikit penakut. Sebenarnya aku agak kecewa dengan fenomena latah dalam dunia perfileman kita. Bagaimana tidak? kreativitas mereka seolah tak tereksplor dengan baik. Melainkan hanya ikut2an yang sudah ada. Genre, tema, sampai para artisnyapun nyaris sama. Ada apa sebenarnya dengan para sineas kita? Mengapa mereka tak berani membuat sesuatu yang berbeda? saat film2 mistik membooming,yang lainnya pun ikut2an membuat film dengan tema yang sama.
Alhasil, yang penakut pada tak bisa tidur karena tak mau nonton, tapi penasaran ingin nonton. Apaan siih ceritanya? Apalagi yang main sang idola. Aku ingat, dulu saat film petualangan sherina bikin heboh, maka tiba-tiba saja bermunculanlah film anak-anak dengan berbagai thema, dan nyaris sama pula. Meskipun pada kenyataannya tak ada yang bisa menandingi keindahan petualangan sherina. Lalu muncul film remaja, Ada apa dengan cinta, yang membuat artis ayu dian sastro jadi icon anak muda era milenium. Film dan sinetron jenis serupapun bermunculan. Putar chanel tivi manapun,yang kita jumpai sinetro-sinetron remaja yang tak jauh dari masalah rebutan cowok,keluarga broken home,dll. Ah, andaikan saja fenomena latah ini segera berakhir, kita pasti tak akan kehabisan ide untuk membuat yang lebih baik. Semoga.

ya,,,,memang ironis, itulah kondisi budaya negeriku tercinta sekarang ini, tinggal bagaimana qt menyikapinya,,,film memang mencerminkan sikap budaya bangsa. coba kalau film2 yg diputar lebih memikirkan isi dan pesan moral yg kuat atau mengangkat tema2 yg akan mencerdaskan para penikmatnya…ya tapi w bersyukur jg sih msh ada film2 yg bagus yg berasal dr lokal.ex:nagabonar (yg mgangkt tema nasionalisme), a2c (tema religi)…mdh2nya laskar pelangi yg katanya akan difilmkan jg akan meledak di pasaran,,,amin coz w jamin pasti bgs.