Membaca ayat-ayat cinta yg kisahnya sekarang di filmkan itu,membuatku terharu.Saya merasa sang pengarang ingn menampilkan sisi lain dr masalh poligami.Tidak semua pria ringan hati menerima poligami,meskipun atas izin sang istri.
Namun yg menarik buat sy, AAC tdk hanya menonjolkan masalh poligami,namun juga sosio culture dari masyarakatmesir yang terus terang br sy fahami lewat novel ini.Sangat menarik krn tdk hanya menggambarkan sisi-sisi positif dari karakter masyarakatnya,tapi juga pandangan mrk thdp lingk sosial,agama,dan negara lain, tetapi jg sisi2 negatifnya. Buat mereka yang ingin tinggal di mesir,bisa jadi acuan dalam bersosialisasi mungkin.
Buatku,gambaran kehdpn disana jauh lbh menarik dan lbh realistis dibanding masalh poligami sang tokoh utama he3

Hei, salam kenal dari aQ. anda seorang yang menyukai puisi, bukan, ?! sama dong dengan saya ,
Oh, iya salam kenal dari saya smoga anda bisa mengenal saya dan meng -add saya di niefha.wordpress.com,OK!!!