Katakan dimana keheningan ada
katakan bila karenanya ku bersenandung
katakan apa itu kunang hinggap membawa pergi?
menjauhi ujung bukit hutan kegelapan
jauh menerawang angkasa
Angsa berkedip, senyum mengembang, kutersipu…
Pipit menukik langit,
membuka di langit hati
namun badai tak terima ceritamu.
Katakan pada senja untuk segera berakhir
yang berkedip memejam sudah

aku ingat,
puisi ini adalah jembatan pertama
aku mengenal seorang Sayuri Yosiana
SANDYAKALANING (keheningan)
langit mendung menggelayut di atas kepala kita semua
wajah-wajah cemas menengadah
dan bertanya-tanya :
“ada apa gerangan di atas sana ?”
ketika darah ‘mengalir tanpa sebab’
ketika kumpulan orang-orang menjadi manusia pemberang
ketika keberingasan menjadi nafas kehidupan
ketika kekecewaan menyuburkan benih amarah
dan…
ketika amrah menjadi stu-satunya jawaban
maka :
“seperti apakah wajah masa depan?”
ketika akal sehat sekarat
ketika nurani mati
ketika harapan buntu
ketika kehendak tersumbat
dan…
ketika kenyataan dipaksakan
maka :
“seperti apakah wajah masa depan?”
walau wajah ini penuh luka
tak harus ia berdarah
mampukah..???