<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yrwrite's Weblog</title>
	<atom:link href="http://yrwrite.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yrwrite.wordpress.com</link>
	<description>duniaku tanpa batas</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2009 14:05:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yrwrite.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yrwrite's Weblog</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yrwrite.wordpress.com/osd.xml" title="Yrwrite&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yrwrite.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>antara tulisan dan masalah pribadi si penulis</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2009/03/03/antara-tulisan-dan-masalah-pribadi-si-penulis/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2009/03/03/antara-tulisan-dan-masalah-pribadi-si-penulis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 16:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Aku menemui seorang teman dengan sebuah keluhan kecil(atau besar??). Dengan wajah kubuat resah, kuhampiri dia yang tengah asyik membaca sebuah buku setebal bantal. Kacamatanya yang hampir melorot seolah tak menjadi gangguan fokusnya dalam membaca. Wajah itu tersenyum samar saat pandangannya berpindah padaku. &#8220;something problem?&#8221;. ujarnya penuh tanya melihat pandanganku yang seolah seolah tengah berfikir berat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=109&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku menemui seorang teman dengan sebuah keluhan kecil(atau besar??). Dengan wajah kubuat resah, kuhampiri dia yang tengah asyik membaca sebuah buku setebal bantal. Kacamatanya yang hampir melorot seolah tak menjadi gangguan fokusnya dalam membaca.</p>
<p>Wajah itu tersenyum samar saat pandangannya berpindah padaku. &#8220;something problem?&#8221;. ujarnya penuh tanya melihat pandanganku yang seolah seolah tengah berfikir berat lagaknya mahasiswa yang tengah menghadap sidang skripsi. Aku menganguk agak lesu. Dia tersenyum, namun tak bertanya lebih lanjut. Meskipun tidak lantas meneruskan bacaannya yang terganggu kehadiranku, yang sepertinya selalu salah waktu.</p>
<p>Aku duduk di sampingnya. Dia seakan siap mendengarkan. &#8220;aku harus menulis apa lagi ya?.Suaraku nyaris bergumam. Dia tak menoleh padaku. Duduk terpekur penuh khidmat. &#8220;Kenapa bertanya begitu?&#8221; tanyanya, itupun terdengar nyaris berbisik ditelingaku. Aku menggeleng perlahan. &#8220;Ya itu tadi, Aku sebaiknya menulis apa?. Karena rasanya sulit menulis sesuatu semenarik apapun bagiku , tanpa lagi berfikir apakah memang layak aku yang menulis tentang itu? tanyaku perlahan.</p>
<p>Temanku menoleh,dengan pandangan penuh heran. &#8220;Bukankah banyak sekali yang sebenarnya bisa kau tulis? selama tanganmu masih bisa memegang pena, otakmu masih jalan, dan matamu masih bisa melihat sekelilingmu , bahkan dunia, maka kau masih bisa menuangkan fikiranmu lewat tulisan&#8221;. jawabnya panjang lebar. Melihatku tak bereaksi, tangannya memegang pundakku. &#8220;Sebenarnya apa yang membuatmu bingung? apa tak ada lagi ide di kepalamu, andai memang matamu tak lagi berfungsi untuk melihat sekelilinmu?&#8221;, tanyanya heran.</p>
<p>Akupun akhirnya bercerita sedikit tentang sesuatu yang mengganjal di hati beberapa hari ini.<br />
&#8220;Seseorang sepertinya sedang mempertanyakan bahwa yang ku tulis kemarin sepertinya tak sesuai dengan keadaan diriku yang sebenarnya yang dia tahu. Sepertinya, aku ini kurang pantas menulis sesuatu yang aku sendiri belum dapat nilai biru dalam pelaksanaanya. Aku menjadi bimbang, benarkah? setelah kupikir-pikir, kayaknya bener juga deh, Piet.&#8221; .</p>
<p>&#8220;Memangnya apa itu yang sudah kau tulis, yang membuat seseorang yang kau katakan itu sepertinya tak sepakat dengan tulisanmu, hanya karena menurut kacamatanya kau sendiri di nilainya belum mampu melakukan apa yang kau tulis?&#8221;, tanyanya sedikit hati-hati. Aku enggan menjawab panjang lebar, &#8220;Hanya persoalan mentalku mungkin &#8220;, jawabku pendek.</p>
<p>Lalu sambil menutup buku tebalnya, dia menatapku dalam. &#8220;Setahuku kamu terbiasa menghadapi aneka kritik ,apalagi hanya sekedar pendapat orang yang belum tentu benar mungkin menurut persepsimu sendiri. Bukankah ini yang pernah kamu katakan dulu padaku? Sebagai penulis pemula yang baru starting, bukankah seharusnya sudah siap menghadapi persepsi yang tidak selalu sama dari tiap orang yang mungkin membaca tema tulisanmu?</p>
<p>Aku menganggukan kepala,menyetujui yang dikatakannya. &#8220;Soal itu aku sudah menyadarinya kok. emang siiihh, aku ini kadang masih suka sensi dalam mempersepsikan seseatu hal yang belum tentu benar menurut sudut pandang orang lain. Hanya aja, aku bukan merasa di kritik dari segi penulisan atau gaya bahasaku yang jadi persoalan. Tapi soal thema, Piet. Ini urgent banget juga kan? &#8230;&#8221; Lalu kalau komentar temanmu memang benar menurut perasaanmu itu, kenapa memangnya? kamu merasa tak terima? hanya karena merasa di ingatkan mungkin?&#8221;, Tanyanya memotong penjelasannku. Aku tertawa. Bagiku pertanyaannya sangat logis. Aku terus mendengarkan. &#8220;Kamu tadi mengatakan soal mental. Dan karena kamu senang menulis, lantas saat seseorang yang kamu katakan itu memberikan komentarnya yang menurut persepsimu, seakan temanmu itu menganggap bahwa isi tulisanmu kayaknya tak sesuai dengan pandangannya yang mungkin dia ketahui tentangmu, maka kau menjadi resah, merasa bersalah, dan tenggelam dalam opininya tsb. Begitukan yang terjadi?&#8221; jelasnya memberi gambaran suasana hatiku saat ini yang tak jauh dari persoalan mental semata. Aku mengangguk membenarkan. Dia tersenyum menepuk pundakku, lalu melanjutkan penjelasannya.</p>
<p>&#8220;Yuri..camkanlah&#8230;bahwa setiap orang punya masa lalu. Bahwa masa lalu itu merupakan salah satu sisi sejarah yang tak ingin kau ingat- ingat lagi, akupun mengerti. Umumnya semua orang memang begitu. Makanya ada istilah, lupakanlah masa lalu. Hanya saja , tak fair rasanya bila saat ada yang tiba-tiba mengingatkanmu tentang perasaan kalahmu di masa lalu itu, lantas membuatmu menjadi begitu banyak pertimbangan dalam menulis sesuatu yang bagus untuk orang lain ketahui, aku tak rela. Karena bagaimanapun dirimu sebelumnya, ataupun sekarang ini, tak lantas harus membuatmu menjadi pesimis denan apapun yang ingin dan mungkin beluim kamu lakukan sebelumnya.&#8221;</p>
<p>Dia melanjutkan melihatku terus diam,Sekarang kamu ini sedang berproses untuk sedikit demi sedikit &#8220;membayar&#8221; apa yang belum kamu lakukan sebelumnya. Tentu tidak akan langsung jadi sesuai dengan harapanmu. Tapi yang penting buat seseorang yang mau bertransformasi adalah proses dalam menuju transform itu sendiri. Bukan selalu terpaku pada hasil akhirnya. Kalau kamu merasa baru bisa sekarag melakukannya, ya jalani saja dulu yang sedang kamu lakukan sekarang. Fokus! Mau tetap menulis? tulis..tulislah! jangan banyak fikir soal pantas tidaknya dengan tema yang mungkin menarik perhatianmu uuntuk kau angkat. Kecuali kalau memang kamu merasa tema tsb bukan bidangmu, ataupun memang masalah itu harus dengan riset-riset tertentu karena bersifat sangat teknis dan diluar kemampuanmu sebagai seorang pemula. Yaa..harus banyak cari referensinya dong tentunya. biar tak dianggap asal nulis hehe&#8221; Dia tertawa sambil menarik topi petku yang dibelikannya bebarapa waktu lalu saat tengah berkelana penuhi panggilan hatinya. Aku merasa sedikit lega mendengar penuturannya.</p>
<p>Kembalin dia melanjutkan. &#8220;Ingat ya yur, kalau mau menulis..tulis! tulis saja semenarik mungkin, seakurat mungkin, secepat mungkin begitu ide atau apapun itu datang padamu. Jangan tunda! Apalag kembali berfikir belum waktunya menulis tema-tema itu , padahal mungkin kamu merasa mampu. Dan yang penting, jangan lagi membandingkan keadaan dirimu dengan masalah yang ingin kamu angkat. Biarkan orang lain dengan persepsinya asal jangan membuatmu lantas merasa apatis, karena merasa afirmasimu pada diri sendiri bahwa tema itu memang tak sesuai dengan keseharianmu ataupun yang masih menjadi problema dirimu dalam mengatasinya, jangan berhenti di situ&#8230;tetap angkat penamu..positif thinking!&#8230;percaya diri&#8230;karena mungkin seseorang yang kau maksud itu, tak melihat proses pembelajaranmu lewat aktivitasmu dalam menulis. Dan hanya terpaku pada sudah dilakukan atau belum. Tapi aku percaya, tiap orang senantiasa berproses dalam segala tindakannya. Dan jangan lagi mengharapkan support dari orang lain,termasuk orang-orang di sekelilingmu. Support, spirit,kemauan..semua ada di diri kita sendiri. Bukan dari orang lain. Orang lain hanya penyeimbang. Kamulah yang menjalankannya sendiri. Menspirit diri sendiri. Berjuang sendiri. Jatuh sendiri, dan tentunya bangun sendiri dong..tul gaa?&#8221;. Aku kaget dan ikut tertawa. Dia mengakhiri pendapatnya dengan sedikit nada canda. Melumerkan perasaanku yang seakan baru dapat pencerahan &#8230;welehh..weleehh..! &#8216;</p>
<p>Namun sejurus kemudian aku kembali terpekur, masih ada sedikit pertanyaan yang mengganjal. &#8220;Tapi aku merasa apa yang dikatakan temanku itu benar deh, Piet tentang diriku. kalau kita menulis tentang keikhlasan pada orang lain, sementara kita sendiri dalam pandangannya dianggap belum ikhlas, kalaupun sudah merasa ikhlas, tapi dia menganggapnya aku seolah masih ada ganjalannya , masih ada tapi-tapinya dalam menerapkannya sendiri. Yaaa..aku merasa kayak munafik dong, Piet. Aku bisa-bisa dianggapnya tak mengukur diri. Menulis hanya karena ingin ada tulisan yang di baca orang. Bisa aja kan orang lain yang merasa tahu banyak tentangku berpendapat begitu juga?&#8221;.ujarku bersikeras dengan fikiranku sendiri.</p>
<p>Dia serius menatapku. &#8220;Dari sudut pandangnya tentangmu kan?&#8221; tanyanya, membuatku terdiam.<br />
&#8220;Yuri, setahu apa orag lain tentang diri kita yang sebenarnya? termasuk apa yang kita fikirkan?&#8221; tanyanya. Aku menjawabnya yakin &#8220;Kamu lupa ya, temanku itu seorang terapis suatu cabang ilmu yang mungkin punya metode khusus yang bisa memetakan apa yang sedang di fikirkan orang lain. dari situ dia bisa tahu siapa, apa, dan bagaimana kita sekarang dan mungkin juga apa yang kita lakukan, dan apa yang belum atau tidak kita lakukan dimasa lalu maupun sekarang ini. Semua itu hanya lewat apa yang telah aku diskusikan padanya, seperti kita sekarang ini&#8221;. Jelasku.</p>
<p>Seraya memasangkan kembali topi pet di kepalaku yang membuat rambutku tadi sempat kesana kemari tertiup angin, dia kembali bertanya. : Oke&#8230; baiklah, temanmu yang sedang kau bicarakan itu pandai dalam memetakan fikiran orang , karena dia memang belajar tentang itu. dan kamu sendiripun merasa sudah sering berbincang padanya dan mungkin sesekali curhat padanya, minta pendapatnya tentang dirimu sekarang ataupun dulu. anggap saja begitu ya?&#8221; dia menatapku tersenyum. Kamu percaya karena dia memang sering menterapi orang bukan?. Aku mengangguk pasti.</p>
<p>Dia melanjutkan, &#8220;Namun kalau pada akhirnya komentarnya dalam salah satu tulisanmu di sebuah media lantas membuatmu tiba-tiba jadi tidak percaya diri lagi dalam berpendapat, berfikir dan menuangkannya dalam sebuah tulisan, so what? Dia mungkin tak sampai melihatmu memang benar-benar melakukannya. Atau melihat hal-hal positif lainnya yang sudah lama kamu ingin lakukan dan sedang kamu lakukan pelan-pelan, namun mungkin baru kesempatan itu ada sekarang, atau mungkin kesadaran Itu baru kau dapatkan, karena baru sekarang kau berfikir melakukannya. Dia mungkin belum sampai berfikir kesana Yur. Apalagi kalau kau sendiri membenarkannya. Jujur saja, kalau karena satu komentar itu ,ataupun karena persepsi yang dia ambil tentangmu seperti itu yang membuatmu tidak PD lagi, aku sangat kecewa. Kamu sudah tak fair lagi dalam menilai dirimu sendiri. Orang lain bisa salah tentang kita, tapi kita jangan sampai ikut salah dengan berhenti melakukan pekerjaan kita, termasuk aktivitas lainnya yang sudah kita rintis. Itu tak fair menurutku, tak fair buat dirimu sendiri.&#8221; Selesai mengatakan itu pandangan matanya tampak menerawang kedepan.</p>
<p>&#8220;Jadi aku harus bagaimana dong. Akukan tengsin jadinya he..he..! Coba deh kalau pembacaku merasa apa yang kutulis bulsshit, karena yang angkat artikel itu belum menjalaninya&#8221; tanyaku lagi sambil cengengesan seperti biasanya, kalau sudah merasa tersudut dalam suatu diskusi dengannya. Dia meneruskan tanpa terpancing dengan gayaku yang sedikit merajuk.<br />
&#8221; Memangnya semua pembacamu tahu apa saja yang terjadi denganmu positif atau negatifnya? Bagaimana mungkin,opini orang lain yang baru kenal dan berjumpa denganmu dalam beerapa kali pertemuan, sudah sanggup untuk membuatmu jadi berfikir bahwa kamu harus mikir seribu kali dulu kalau mau menulis tema-tema menarik yang memang bisa kau angkat lewat tulisanmu itu, hanya karena kamu merasa pedapat dia benar. Wah, bisa-bisa kamu akan lebih banyak berfikir tidak jadi menulisnya saja daripada meneruskan apa yang ingin kau tulis, hanya karena terlalu berfikir kau kayaknya belum pantes deh nulisnya, belom gue baangett, bisa- bisa yang tau entangku mencibir deh. lagaknya si yuri nulis soal kesabaran, dia sendiri ga sabaran, lagaknya si yuri nulis soal introspeksi diri, dia sendiri masih egois berat. Begitukan yang ada di fikiranmu sekaang?&#8221; Dia mengakhiri kalimatnya dengan sebuah pertanyaan yang tak bisa kubantah kebenarannya.</p>
<p>Lanjutnya ,&#8221;It,s okelah kalau yang kukatakan tadi mungkin benar menurut kata hatimu. Hanya saja kita ambil hikmahnya saja sekarang. Daripada memikirkannya terus, lebih baik berdamai dengan perasaanmu sendiri saja mulai saat ini. Toh temanmu yang terapis itu mungkin hanya ingin mengingatkanmu saja, tak bermaksud menyindirmu, apalagi mengecammu bukan?. Kalaupun menurutmu sebaliknya, ya anggap saja dia sedang mengkritikmu. Bukankah kamu selalu bilang bahwa kamu senang dikritik karena membuatmu belajar?&#8221; Aku mengangguk sambil menjawab, &#8221; Aku selalu menerima kritikan kok dalam kehidupanku. terutama dikeluargaku sendiri. Jadi soal kritik no problemo buatku. Hanya saja aku mungkin saat inii sedang ingin mensupport diriku untuk bangkit berdiri, yaah mungkin belum kelihatan sih. karena akukan masih belom percaya diri. Tapi yang kumaksud sebenarnya, aku jugakan sedang dalam proses pendewasaan diriku kearah depan..bukan kebelakang.&#8221; Dia menganguk, &#8221; Well, just it! itu intinya. lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tulis apa saja yang ingin kamu tulis tanpa perlu berkaca diri dulu. karena dalam menulispun seseorang sebenarnya sedang melakukan proses pembelajaran dalam dirinya ke segala hall. sesuai dengan apa yang sedang di tulisnya. Tentunya kau tahu melakukan hal-hal yang kita sukai dengan benar dan konsisten, bisa membantu proses penyembuhan mental seseorang. Kamu menulis tentang kesehatan meskipun kamu tidak datang dari kalangan medis, berarti kamu sedang belajar untuk tahu lebih banyak tentang kesehatan. kamu menulis tentang tentang keikhlasan, kesadaran diri, spiritualitas, dan sebagainya, maka itu berarti kamu sedang dalam pembelajaran kearah proses menterapi dirimu sendiri menjalankan itu semua. Pembelajaran yur, proses diri! dan itu tak mudah. karena umumnya orang lebih suka curhat tanpa melakukan apa-apa. tapi kamu melakukannya dengan caramu sendiri, lewat tulisan Menulis apa yang belum bisa kamu lakukan terhadap dirimu sendiri. itu namanya kamu sedang berusaha berproses menyerapi dan melakukannya.</p>
<p>Aku tersenyum. &#8221; Tapi bisa saja kan orang tak percaya itu? bisa jadi dia berpendapat yaaahh..proseskan harus di terapkan juga..di jalani..dilakukan&#8230;dan bukan hanya berhenti pada tulisan semata. Kalau menulis tentang sedekah, sudah sedekah, belum? jangan-jangan cuma ingin baca bukunya saja , tapi enggan mengambil manfaatnya dengan menjalani apa yang sudah kita baca itu&#8221;. Aku berusaha kembali memancing pendapatnya.</p>
<p>Temanku tersenyum, lalu katanya &#8221; Hanya diri kita sendiri i yang tahu apakah kta sudah melakukan apa yang sudah kita ketahui tentang ilmu apapun yang telah kita dapatkan. Orang lain tahunya mungkin hanya di luarnya, sebatas dengan apa yang kita katakan . Kalau kamu melakukan, namun kamu selalu bilang bahwa kamu tidak melakukannya, naah mereka akan percaya kalau kamu memang tidak melakukannya. Mana mungkin mereka terus mengontrolmu kan? . Begitu pula kalau kamu bilang melakukan apa yang sudah kamu baca di buku, atau di buku yang kau tulis, maka orang lain akan percaya kalau kamu memang melakukannya. Soal benar tidaknya kan , tetap hanya kamu sendiri yang tahu. sepandai apapun orang itu dalam memetakan fikiran orang, menembus ruang batin orang, tetap saja punya keterbatasan. Karena ilmu pun terbatas pada apa yang kita pekajari. Kita bukan Tuhan , yur. jadi jangan terpaku pada pendapat orang lain. ambil saja sisi baiknya, tapi jangan pula kamu abaikan pendapat orang lain tentang diri kita dengan maksud untuk memperbaikinya.</p>
<p>Aku terkesima, agak lega seakan sudah memahami saat itu juga analisa temanku. Padahal mungkin yang harus kulakukan adalah, belajar untuk menerima pendapat orang lain apapun yang mereka fikirkan tentang kita, namun juga bijak menilai kalau pendapat orang tidak seratus persen kita anggap benar karena akan menjadi semacam afirmasi diri bahwa kita memang seperti itu. Dan tentunya benar tidaknya pendapat orang tentang diri kita, tidaklah lantas membuat kita berhenti untuk melakukan apa yang sudahn kita lakukan sebelumnya dalam upaya memprosres diri dalam menkualitaskan diri kita. bahwa itu dianggapnya belum sepenuhnya sempurna karena mungkin kita dianggapnya masih menyimpan ganjalan-ganjalan di satu sisi, tidaklah harus menjadi pengaruh dalam fikiran kita. Tentunya bila kita mau menyikapinya dengan keikhlasan untuk menerima apapun kondisii diri kita. sambil terus berproses memperbaiki segala kekurangsempurnaan itu , setidaknya lewat aktivita spositif yang selama ini kita lakukan dengan penuh kebahagiaan. itu aja kali dulu yang penting hehe&#8230;tul ga siiiihh???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=109&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2009/03/03/antara-tulisan-dan-masalah-pribadi-si-penulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Hilang Dalam Keheningan</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2009/02/04/yang-hilang-dalam-keheningan/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2009/02/04/yang-hilang-dalam-keheningan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 15:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Keheningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Katakan dimana keheningan ada katakan bila karenanya ku bersenandung katakan apa itu  kunang hinggap membawa pergi? menjauhi ujung bukit hutan kegelapan jauh menerawang angkasa Angsa berkedip,  senyum mengembang, kutersipu&#8230; Pipit menukik langit, membuka di langit hati namun badai tak terima ceritamu. Katakan pada senja untuk segera berakhir yang berkedip memejam sudah<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=63&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Katakan dimana keheningan ada</p>
<p>katakan bila karenanya ku bersenandung</p>
<p>katakan apa itu  kunang hinggap membawa pergi?</p>
<p>menjauhi ujung bukit hutan kegelapan</p>
<p>jauh menerawang angkasa</p>
<p>Angsa berkedip,  senyum mengembang, kutersipu&#8230;</p>
<p>Pipit menukik langit,</p>
<p>membuka di langit hati</p>
<p>namun badai tak terima ceritamu.</p>
<p>Katakan pada senja untuk segera berakhir</p>
<p>yang berkedip memejam sudah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=63&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2009/02/04/yang-hilang-dalam-keheningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/27/60/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/27/60/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 15:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/27/60/</guid>
		<description><![CDATA[MAKNA TAHUN 09 Januari 2009 jam 12:30 &#124; Awal tahun penuh cita-cita dan pengharapan Pertengahan tahun penuh pencarian dan perjuangan Di akhir tahun penuh renungan,pembelajaran dan penyesalan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=60&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="note_header">
<div class="note_title_share clearfix">MAKNA TAHUN</div>
<div class="byline">09 Januari 2009 jam 12:30 <span class="pipe">|</span></div>
<div class="byline"><span class="pipe"><br />
</span></div>
</div>
<div class="note_content clearfix">
<div>Awal tahun penuh cita-cita dan pengharapan<br />
Pertengahan tahun penuh pencarian dan perjuangan<br />
Di akhir tahun penuh renungan,pembelajaran dan penyesalan.</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=60&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/27/60/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANAK &#8211; ANAK PERANG</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/27/anak-anak-perang/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/27/anak-anak-perang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 15:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Peperangan tanpa menimbulkan korban anak-anak, mungkinkah? Dunia sedang resah, pasca kehebohan anti terorisme yang di gulirkan presiden Amrik, sekarang dunia sedang di buat ternganga dengan agresi suatu negara kecil yang pernah mengalami trauma fisik dan psikis akibat genosida di jaman perang dunia kedua, Israel, terhadap negara Palestina yang berdaulat. Peperanganpun tak dapat di hindari. Sejak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=58&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peperangan tanpa menimbulkan korban anak-anak, mungkinkah? Dunia sedang resah, pasca kehebohan anti terorisme yang di gulirkan presiden Amrik, sekarang dunia sedang di buat ternganga dengan agresi suatu negara kecil yang pernah mengalami trauma fisik dan psikis akibat genosida di jaman perang dunia kedua, Israel, terhadap negara Palestina yang berdaulat.</p>
<p>Peperanganpun tak dapat di hindari. Sejak lama kedua bangsa tersebut memang seperti sudah di takdirkan untuk saling memusuhi. Meski sesungguhnya takdir dapat kita hindari dengan kemauan utnukberdamai dan saling menghargai. Terlepas dari masalah intern maupun ekstern antar keduanya, yang jelas permusuhan diantara kedua bangsa tsb telah menelan ribuan nyawa manusia, terutama anak-anak.</p>
<p>Anak-anak adalah korban yang paling rentan. Anak-anak adalah sasaran yang paling mudah di kirim ke akherat. Mereka tak dapat melindungi dirinya sendiri saat negaranya di landa perang. Anak-anak korban perang adalah pengalaman yang paling menakutkan. Karena dalam peperangan segala hal bisa terjadi. Seperti halnya bencana tsunami.<br />
Bedanya, anak- anak perang dilanda tsunami peluru, bom, dan kekerasan tingkat tinggi lainnya yang terencana dan sistematis.</p>
<p>Kekerasan yang dilakukan siapapun, dalam  skala kecil maupun besar, efeknya tetaplah sama. Sama nestapanya, sama korbannya. Kehilangan masa depan dan nyawa.<br />
Bila terorisme dilakukan oleh kelompok perkelompok saja bisa menyisakan korban yang banyak dan penderitaan besar bagi korban dan keluarganya, maka korban dari terorisme yang dilakukan oleh suatu negara tentu tak dapat lagi di prediksi kehancurannya.<br />
Dan lagi-lagi anak anaklah korban terbesar. Mereka tak dapat berlindung,karena keluarga mereka dan negaranya tengah terancam pemusnahan. Dan mungkin hanya karena Tuhanlah mereka masih bisa bertahan.</p>
<p>Anak-anak perang mungkin penuh dendam dalam alam bawah sadarnya. Mereka harus menyaksikan kedua orangtuanya di aniaya, rumahnya di bakar, teman-temannya menghilang, sekolahnya hancur, dan negaranya tak dapat memberi perlindungan pada mereka. Mereka juga tak mudah untuk di bantu, karena misi2 kemanusiaan belum tentu diizinkan beroperasi memberikan bantuan di wilayah mereka. Mereka harus bisa bertahan tanpa dapat memastikan kapan semua ini berakhir. Kapan dapat tidur lagi dengan nyenyak tanpa mendengar dentuman mortir dikejauhan. Kapan dapat belajar lagi dan bermain, dan kapan dapat menatap kembali senyum-senyum bersahabat di sekitar mereka yang pernah ada. Anak-anak perang tak dapat memastikan semua itu. Mereka juga tak dapat meneriakkan pada dunia bahwa sampai kapan mereka bebas dari ancaman kelaparan, permusuhan, dan kekerasan para &#8220;tamu tak di undang&#8221; tersebut.</p>
<p>Anak- anak perang tak bisa lagi mengalami kedamaian diri. Hati dan perasaannya penuh ironi. Mereka yang tak mengerti bagaimana mengatasi itu semua , mungkin hanya bisa berharap agar orang-orang dewasa yang punya masalah satu sama lain, segera mengakhiri pertikaian mereka. Berjabat tangan kembali, duduk bersama, dan saling menepati janji untuk memperbaiki apa yang telah dakibatkan dari permusuhan abadi mereka. Serta berharap orang-orang dewasa dapat konsisten menjaga kembali perdamaian, tidak hanya satu detik, tapi satu menit. Tidak hanya satu menit, tapi satu jam, tidak hanya satu jam tapi satu hari, tidak hanya satu hari, tapi satu bulan, satu tahun, satu abad, dan akhirnya selamanya. SAVE THE CHILDREN IN EVERYWHERE!</p>
<p>(Buat anak-anak korban perang, kekerasan individu, kelompok, serta bencana alam), jauhkan dendammu. Balaslah dengan do&#8217;a dan kasih sayang umtuk memulai perdamaian, kalau kita tak punya apa2 lagi untuk membela diri)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=58&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/27/anak-anak-perang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERAN IMAJINASI DALAM BUKU DAN FILM</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/14/46/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/14/46/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 16:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebiasaan ku kalau membaca buku yang kisahnya sangat berkesan adalah, suka larut terkenang sampai berhari-hari dengan isi ceritanya. Hal-hal kecil yang terdapat dalam kisah tsb,yang tadinya tak terlalu kuperhatikan, tiba-tiba saja jadi begitu menarik perhatianku Ini beberapa contoh buku yang sempat meninggalkan kesan mendalam padaku,diantaranya adalah, buku karya Remy Sylado, Kembang Jepun. Sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=46&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kebiasaan ku kalau membaca buku yang kisahnya sangat berkesan adalah, suka larut terkenang sampai berhari-hari dengan isi ceritanya. Hal-hal kecil yang terdapat dalam kisah tsb,yang tadinya tak terlalu kuperhatikan, tiba-tiba saja jadi begitu menarik perhatianku</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Ini beberapa contoh buku yang sempat meninggalkan kesan mendalam padaku,diantaranya adalah, buku karya Remy Sylado, Kembang Jepun. Sebuah kisah yang mengisahkan kisah perjalanan hidup seorang gadis muda yang menjadi geisha.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Kisahnya sangat bagus, Gaya bercerita Remy sangat apik menggambarkan suasana batin para tokohnya yang penuh haru biru.. Sampai berhari-hari saya tak dapat menghilangkan sosok si gadis dan pengalaman hidupnya. Namun bukan hanya sosok gadis itu yang mengisi ingatanku, melainkan juga lokasi2 yang digambarkan sang penulis yang diambil dari lokasi2 bersejarah di pulau jawa .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Baru kutahu, bahwa nama Kembang Jepun memang pernah ada,dan menjadi nama sebuah jalan di salah satu kota di pulau jawa. Lalu beberapa nama lainnya. Dan, akupun menjadi begitu ingin mendatanginya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Begitu pula pada waktu membaca serial Gajah Mada yang spektakuler dan bersetting sejarah kerajaan Majapahit di masa silam. Apalagi kisah itu begitu panjang dan berseri2 dengan halaman yang cukup tebal. Dan selama berminggu2 pula sampai sebulan mungkin, pikiranku seakan selalu dibawa kembali pada kisah dan suasana di masa Majapahit itu. Mulai dari sang Tokohnya, sampai pada keterangan lokasi2 sejarah dalam kisah tsb. Akupun menjadi sering mencari artikel yang ada hubungannya dengan kerajaan Majapahit sampai pada kerajaan2 lainnya di masa itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Buku Geisha, termasuk buku yang kisahnya juga begitu menarik kesanku begitu kuat, dan cukup lama. Apalagi nama depan si tokoh utama sama denga nama depanku juga he2. Hal-hal yang bernuansa Jepang memang sejak kecil menarik perhatianku. Jadi tak heran, selesai membaca kisah Gheisa, akupun jadi semakin rajin mencari hal2 yang berhubungan dengan budaya Jepang, termasuk tentang kehidupan Gheisanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Buku terakhir yang sempat kubaca, dan juga meninggalkan kesan mendalam padaku, adalah The Pillars karya Ken Follet. Pasca membaca kisahnya, aku bahkan sempat berharap suatu saat ada yang akan mengambil kisahnya untuk diangkat ke layar lebar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Seperti film Gheisa, yang meskipun filmnya justru tak banyak meninggalkan kesan mendalam, seperti bukunya bagiku, namun aku cukup puas bisa membayangkan suasana kisahnya secara visual. Begitu pula dengan kisah little woman, yang juga pernah diangkat kelayar lebar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Pada dasarnya setiap manusia punya imajinasi yang menunjang daya ciptanya. Lewat majinasi pulalah, segala hal yang tak mungkin, dapat terealisir dengan sesempurna mungkin, sesuai keinginan baik secara visual maupun tulisan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Namun imajinasi tak selalu mampu menghasilkan kepekaan sang penulis ataupun sutradara film, untuk mampu menyentuh suasana batin pembaca atau penontonnya lewat kisah yang di tulisnya. Ataupun film yang dibuatnya berdasarkan kisah dalam sebuah buku. Apalagi membuatnya terkenang begitu lama. Aku teringat cerita ibuku yang menurutnya sampai 3xmenonton film legendaris Gone with the wind. Bahkan film Titanic sempat membuatku menjadi begitu tertarik dengan kemisteriusan samudra Atlantik, plus segitiga bermudanya, Selain kisah cintanya yang singkat tentunya, yang dilatari dengan tenggelamnya kapal Titanic.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Yang jelas, antara film dan buku serupa tapi tak sama. Menurut Andrea Hirata, setiap penonton sudah punya filmmya masing-masing di kepalanya, yang bersumber dari detail kisah buku yang mereka baca. Tak heran banyak pembaca fanatic yang justru kecewa setelah menonton filmnya.Apalagi bila baik film maupun sosok artis yang mewakili karakter para tokoh di buku tsb,semuanya dianggap tak sesempurna kisah di bukunya. Bisa dianggap merusak inti cerita. Atau sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:normal;">Aku sendiri mungkin termasuk orang yang idealis tentang hal ini. Seringkali merasa kecewa bila film yang ku tonton, kuanggap terlalu banyak pengembangan sana sini. Apalagi bila karakter tokohnya menurutku samasekali tak mewakili sosok yang ada di bukunya. Tak jarang, sebuah kisah yang berkesan kadang bias membuatku berkhayal sendiri menjadi sutradara dan menimbang-nimbang siapa gerangan artis yang mendekati gambaranku pada sosok si tokoh dalam bukunya. Namun, apapun adanya, imajinasi lebih penting dari pengetahuan, itu yang pernah kubaca dari blok seorang sahabatku, yang di cetuskan oleh tokoh yang dianggap sebagai ilmuwan terhebat di dunia, Albert Einstein.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=46&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2009/01/14/46/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibalik topeng masih ada topeng</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/28/dibalik-topeng-masih-ada-topeng/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/28/dibalik-topeng-masih-ada-topeng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 15:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/28/dibalik-topeng-masih-ada-topeng/</guid>
		<description><![CDATA[Di balik topeng masih ada topeng, dibalik tangis mungkin saja ada tawa. Sebagaimana orang tertawa mungkin karena menyembunyikan tangisnya. (Novel Gajah Mada)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=45&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>Di balik topeng masih ada topeng, dibalik tangis mungkin saja ada tawa. Sebagaimana orang tertawa mungkin karena menyembunyikan tangisnya.</i></p>
<p>(Novel Gajah Mada)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yrwrite.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yrwrite.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=45&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/28/dibalik-topeng-masih-ada-topeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demam Film Pocong</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/demam-film-pocong/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/demam-film-pocong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 11:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Saat aku melewati sebuah jalan di kawasan Depok, aku sempat bengong melihat poster iklan film yang bunyinya kalau tak salah ingat, bangkitnya pocong dalam 40 hari. Jadi bergidik. Maklum, aku sedikit penakut. Sebenarnya aku agak kecewa dengan fenomena latah dalam dunia perfileman kita. Bagaimana tidak? kreativitas mereka seolah tak tereksplor dengan baik. Melainkan hanya ikut2an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=43&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Saat aku melewati sebuah jalan di kawasan Depok, aku sempat bengong melihat poster iklan film yang bunyinya kalau tak salah ingat, bangkitnya pocong dalam 40 hari. Jadi bergidik. Maklum, aku sedikit penakut. Sebenarnya aku agak kecewa dengan fenomena latah dalam dunia perfileman kita. Bagaimana tidak? kreativitas mereka seolah tak tereksplor dengan baik. Melainkan hanya ikut2an yang sudah ada. Genre, tema, sampai para artisnyapun nyaris sama. Ada apa sebenarnya dengan para sineas kita? Mengapa mereka tak berani membuat sesuatu yang berbeda? saat film2 mistik membooming,yang lainnya pun ikut2an membuat film dengan tema yang sama. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Alhasil, yang penakut</span><span style="font-family:Arial;"> pada tak bisa tidur karena tak mau nonton, tapi penasaran ingin nonton. Apaan siih ceritanya? Apalagi yang main sang idola. Aku ingat, dulu saat film petualangan sherina bikin heboh, maka tiba-tiba saja bermunculanlah film anak-anak dengan berbagai thema, dan nyaris sama pula. Meskipun pada kenyataannya tak ada yang bisa menandingi  keindahan petualangan sherina. Lalu muncul film remaja, Ada apa dengan cinta, yang membuat artis ayu dian sastro jadi icon anak muda era milenium. Film dan sinetron jenis serupapun bermunculan. Putar chanel tivi manapun,yang kita jumpai sinetro-sinetron remaja yang tak jauh dari masalah rebutan cowok,keluarga broken home,dll. Ah, andaikan saja fenomena latah ini segera berakhir, kita pasti tak akan kehabisan ide untuk membuat yang lebih baik. Semoga.<br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yrwrite.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yrwrite.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=43&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/demam-film-pocong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Cahaya</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/makna-cahaya/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/makna-cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 10:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Cahaya memancarkan pesona dengan sendirinuya. Terlalu redup membuat mata lelah melihat. Terlalu terang membuat mata sakit karena silau. Namun tanpa cahaya samasekali, apa jadinya semesta? Dan, tanpa Cahaya-Mu, bagaimana hidupku kelak?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=42&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cahaya memancarkan pesona dengan sendirinuya.</p>
<p>Terlalu redup membuat mata lelah melihat.</p>
<p>Terlalu  terang membuat mata sakit karena silau.</p>
<p>Namun tanpa cahaya samasekali, apa jadinya semesta?</p>
<p>Dan, tanpa Cahaya-Mu, bagaimana hidupku kelak?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yrwrite.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yrwrite.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=42&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/makna-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Novel Laskar Pelangi</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/novel-laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/novel-laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 09:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Aku senang sekali membaca novel Lasykar Pelangi. Jujur saja, awalnya kukira hanya berkisah tentang sekelompok anak-anak LSM dengan segala suka dukanya membina anak-anak putus sekolah seperti yg umum kutahu. Aku merasa surprise karena ternyata jalinan kisahnya berbeda dan mengalir penuh warna. Dan pendeskripsian segala sesuatunya sangat detail. Lasykar Pelangi seakan membawa kembali kenangan dengan kawan-kawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=41&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Aku senang sekali membaca novel Lasykar Pelangi.</span><span style="font-family:Arial;"> Jujur saja, awalnya kukira hanya berkisah tentang sekelompok anak-anak LSM dengan segala suka dukanya membina anak-anak putus sekolah seperti yg umum kutahu. Aku merasa surprise karena ternyata jalinan kisahnya berbeda dan mengalir penuh warna. Dan pendeskripsian segala sesuatunya sangat detail.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Lasykar Pelangi seakan membawa kembali kenangan dengan kawan-kawan sebaya saat masih SD, dengan segala dinamika anak-anak pada masa itu.Yang paling aku suka dari kisah Andrea Hirata ini adalah ungkapan-ungkapan yang ada dalam fikiran si tokoh utama yakni si rambut ikal, tentang hal-hal yang dilhatnya. Gambaran tentang teman-teman, para tetangga serta  guru2 dari sudut pandangnya. Begitu pula dengan situasi lingkungan di sekelilingnya. Dia menggambarkannya secara naif juga jenaka. Gaya berceritanya segar. Meskipun terselip hal-hal yang mengharukan.Namun keharuan kisah tidak di tulis dengan gaya bahasa yang cengeng meski pahit sekalipun. Seperti saat tokoh Lintang harus putus sekolah. Atau saat si rambut ikal harus merasakan patah hati karena di tinggal gadis pertama yang membuatnya merasa rindu.</span><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Lasykar Pelangi menggambarkan realita kehidupan yang penuh ironi namun tetap segar penulisannya. Agaknya Andrea Hirata tak ingin terjebak denga kisah2 pilu berurai air mata tanpa ada keceriaan didalamnya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yrwrite.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yrwrite.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=41&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/novel-laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Novel Ayat-ayat Cinta</title>
		<link>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/novel-ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/novel-ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 09:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sayuri Yosiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yrwrite.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Membaca ayat-ayat cinta yg kisahnya sekarang di filmkan itu,membuatku terharu.Saya merasa sang pengarang ingn menampilkan sisi lain dr masalh poligami.Tidak semua pria ringan hati menerima poligami,meskipun atas izin sang istri. Namun yg menarik buat sy, AAC tdk hanya menonjolkan masalh poligami,namun juga sosio culture dari masyarakatmesir yang terus terang br sy fahami lewat novel ini.Sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=40&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Membaca ayat-ayat cinta yg kisahnya sekarang di filmkan itu,membuatku terharu.Saya merasa sang pengarang ingn menampilkan sisi lain dr masalh poligami.Tidak semua pria ringan hati menerima poligami,meskipun atas izin sang istri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Namun yg menarik buat sy, AAC tdk hanya menonjolkan masalh poligami,namun juga sosio culture dari masyarakatmesir yang terus terang br sy fahami lewat novel ini.Sangat menarik krn tdk hanya menggambarkan sisi-sisi positif dari karakter masyarakatnya,tapi juga pandangan mrk thdp lingk sosial,agama,dan negara lain, tetapi jg sisi2 negatifnya. Buat mereka yang ingin tinggal di mesir,bisa jadi acuan dalam bersosialisasi mungkin.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Buatku,gambaran kehdpn disana jauh lbh menarik dan lbh realistis dibanding masalh poligami sang tokoh utama he3 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yrwrite.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yrwrite.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yrwrite.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yrwrite.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yrwrite.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yrwrite.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yrwrite.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yrwrite.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yrwrite.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yrwrite.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yrwrite.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yrwrite.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yrwrite.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yrwrite.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yrwrite.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yrwrite.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yrwrite.wordpress.com&amp;blog=2700732&amp;post=40&amp;subd=yrwrite&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yrwrite.wordpress.com/2008/02/23/novel-ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3eb30c668a9f7e3ff596872ea2c5c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
