Feeds:
Tulisan
Komentar

Dunia Tanpa Politikus

Aku setuju tuch kalau di dunia ini tidak ada yang namanya politikus. Buatku mereka idealis kalau masih belum masuk sispol. Kalau sudah masuk dijamin semua ucapannya bulshit. Bagiku semua politikus tidak peduli pada prinsip ideologi apapun yang mereka usung.

Jadi pemilu nanti ngapain aku repot-repot datang ke TPS cuma buat dudukin mereka yang ngak aku kenal, sodara buka, tetanggapun bukan.

Aku berharap agar tak ada pemilu di dunia ini. Yang cuma beli suara rakyat dengan iming-iming tapi ngurusin beras raskin saja masih gagap, pakai dikorupsi lagi.

Kisah & Kehidupan

Tiap kisah mempunyai akhir. Tapi dalam kehidupan semua akhir merupakan awal yang baru.

(uptown girl movie)

Jika Jiwamu Kosong

Jika jiwamu kosong, kecerdasan tak ada artinya.

(Jerry Maquire Movie)

Andai ada

Andai ada sudut di ujung mega,

mungkin aku lebih suka memikirkanmu

di sana.

Aku tak bisa menahan kekagumanku pada sosok tokoh sejarah Gajah Mada. Tokoh yang namanya sudah akrab ditelingaku. Maklum dari SD, anak bangsa ini sudah dikenalkan oleh sang tokoh yang menurutku pribadi merupakan sentra dari kerajaan yang mewarisi banyak wilayah kepada bangsa yang sekarang bernama Indonesia.

Dulu sih aku tak begitu merasa dekat banget dengan tokoh brilliant maupun kerajaannya yang fenomenal dalam sejarah kemaharajaan warisan nusantara abad silam ini. Ternyata aku merasa beruntung banget bisa membaca kisahnya yang berbentuk novel ini.

Jujur saja deh, mengikuti kisah tokoh satu ini lewat jalinan kisah berbentuk novel justru aku merasa lebih mengenal dari dekat sosok keseluruhan dari sang tokoh. Pemikirannya, ide-idenya yang brilliant, antara ketegasan dan sisi manusiawinya, pandangan hidupnya, sampai sepak terjangnya yang mengagumkan.

Dan yang paling aku kagumi adalah loyalitasnya pada negara dan rajanya. Tak ada kompromi bila buat negara. Hebat! Sungguh hebat! Sampai-sampai aku berpikir , apa yang akan dilakukan gajahmada bila melihat beberapa pulau warisan untuk bangsa ini sekarang raib di sabot negara asing tetangganya? Wah jangan-jangan dia akan menumpahi para pemimpin negeri ini yang notabene anak cucu turunannya sekarang yang tidak becus menjaga wilayah.

Sudah cape-cape aku warisi demikian banyak wilayah sampai-sampai bersumpah palapa segala ….lha para pemimpin anak cucuku koq malah cuek bebek ketika bangsa lain merebut wilayah ini satu persatu? Lha apa prajurit anak cucuku tidak lebih hebat dari para prajuritku dulu yang cuma bermodalkan anak panah beracun? Apa otak-otak pinter keluaran perguruan tinggi ini masih kalah pinter dibanding otakku yang belum pernah sekolah tinggi? Jangan-jangan perangkat perang anak cucuku masih kurang high tech dibanding anak panah bhayangkara anak buahku dulu? he3. Gitu kalau ya yang akan diungkapkan sang tokoh demi mewujudkan cita-cita bersatunya nusantara sampai harus hamukti palapa segala.

Langit kresna sang penukis menurut saya memiliki daya imajinasi yang sanggup menembus ruang dan waktu. Sungguh, gaya tulisannya sangat enjoy dibaca. Tidak nyelimet, malah menambah pengetahuan akan warisan kosakata dari jaman majapahit. Gaya berceritanya juga menarik buatku karena sanggup membawa imajinasiku seakan benar-benar pindah ruang dari kamar tempatku membaca tanpa terasa sudah melanglangbuana keabad-abad silam sebagai saksi mata pada sepak terjang sang tokoh fenomenal yang selama ini seakan hanya sosok deongeng belaka yang nyaris terlupakan kontribusinya pada cikal bakal berdirinya republik bernama Indonesia ini.

Saya baru membaca jilid ke 3 tapi rasanya sudah tidak sabar untuk cepat-cepat mengomentari mahakarya dari Langit Kresna ini. Seru, romantis, deg2an, lucu, konyol, serius yang mewarnai kisah Gajah Mada ini.

Namun dibalik kekagumanku pada sosok Gajah Mada itu, ada yang tidak aku sepakati dari tindakan-tindakan dia yang menurutku tidak menggunakan nurani. Main ambil praktis dan tidak manusiawi, tidak memikirkan pihak lain demi mempertahankan pihak lain.(yr)

Cinta

Cinta menghampiri kita dengan cara berbeda tapi tetap sama. (ilmare) – www.dreamschool.org

Hidup adalah ….

Life is a challange, meet it.

Life is a song, sing it.

Life is a dream, realize it.

Life is a game, play it.

Life is love , enjoy it.

Hidup adalah tantangan, sambutlah.

Hidup adalah senandung, nyanyikanlah.

Hidup adalah impian, wujudkanlah.

Hidup adalah permainan, mainkanlah.

Hidup adalah cinta, nikmatilah.

(Di ambil dari buku ‘Daun berserakan’, Palgunan T. Setyawan, Sebuah renungan hati)

Betapa indahnya dunia

Un arbre c’est vert

lous les arbres soul verts

on a tellement vu d’arbres vert

Que l’ion a oublie qu’il existe

aussides arbres roses

mais si tous les arbres etaient roses je vous aimais parie s’un arbie vert

le monde est beau

Pohon itu hijau

Pepohonan itu hijau

Kita selalu sering melihat pohon hijau

Sehingga kita sering lupa bahwa

ada juga pohon merah

Tetapi bila semua pohon berwarna merah

Aku akan senang berkisah padamu

tentang pohon yang hijau

Betapa indahnya dunia

(By: Kenzo Takada. diambil dari buku karya Palgunadi T. Setyawan- Daun Berserakan -sebuah renungan hati)

Saat itu saya masih sekolah. Seumur hidup baru sekali ini saya naik pesawat. Saya pergi ke kota kecil ketapang di kalbar tempat keluarga besar ayah saya berada. Mereka tinggal di tepi sungai pawan yang lebar dan dalam. Banyak kapal dagang hilir mudik. Rumah datuk beberapa meter ditepi sungai itu. Jika malam, air sungai kadang meluap dan sampai ke halaman rumah panggung nenek yang luas.

Saat itu setiap malam saya ingin pulang ke jakarta. Gelap dan sepi jadi sangat berbeda dengan jakarta. Tapi karena suka diajak jalan keliling kampung dengan sepupu2 saya , lama-lama saya jadi betah.

Kemanapun saya pergi selalu jadi perhatian. Di sini orang baru langsung bisa dikenali. Karena antar masyarakat saling mengenal. Keluarga saya ada yang tinggal di darat(kota) dan di hilir(tepi sungai)

Kemudian saya dan ortu ke kota kecil kendawangan. Dekat laut dan hutan, belum banyak listrik masuk. Di sini ada banyak family juga. Ada rumah panggung, ada juga rumah biasa dan saling berjauhan. Kalau malam gelap banget.

Di sini saya betah karena banyak sepupu yang seusia. Juga lebih ramai. Kemanapun saya akan pergi selalu diiringi sepupu2 dan ponakan2. Jadi perginya selalu beramai-ramai.

Saya kurang memahami bahasa mereka karena jauh lebih kental(totok) logatnya dan lebih cepat dibanding yang diketapang. Saya diajak pergi ke darmaga setiap pagi dan petang. Melihat laut yang indah. Sesekali melihat sunset dan sunrise.

Waktu kembali ke ketapang saya menangis sedih. Keluarga saya ikut menangis. Cuma 3 hari di kedawangan tapi saya merasa sangat akrab. Sedangkan di ketapang tidak seakrab ini. Mungkin karena sudah lebih maju kehidupannya.

Saya tidak tahu berapa jarak antara ketapang-kedawangan. Yang jelas waktu itu saya dan ortu pergi pagi-pagi sekali di jemput 3 motor untuk berkunjung ke kota kecil kedawangan yang masih ndeso banget. Perjalanannya ternyata sangat jauh. Melintasi hutan2 dan tepi laut. Jarang jalan raya yang ramai. Jalan masih banyak yang rusak. Dan kadang-kadang berhenti untuk melihat pemandangan ditepi pantai, kemudian masuk hutan lagi. Rumah penduduk jarang terlihat. Kami juga kadang keluar masuk dusun dan berkali-kali harus menyeberangi sungai-sungai dengan rakit. Ini saat pertama kali saya naik rakit. Ayah ibu sampai tertawa melihat saya agak ngeri tapi juga penasaran. Naik rakit dengan motor-motornya. he3. Perjalanan ngebut dan menjelang magrib baru sampai kampung tempat keluarga kami berada.

Setibanya di sana kami disambut keluar besar dengan di siram beras kuning sebagai tradisi.

Perjalanan ini sangat melelahkan. Dan hanya dengan motor. Tapi ini adalah pengalaman paling indah tak terlupakan sepanjang hidup saya. Melihat kampung halaman bapak saya. Entah kapan bisa ke sana lagi. Yang jelas ternyata itu adalah perjalanan terakhir saya dengan orang tua. Semoga keluarga saya di sana selalu dalam keadaan sehat dan berbahagia.

Kamu suka laut? Saya juga. Tapi saya lebih suka hutan belantara, perkebunan dan ladang. Seorang teman baik pernah mengatakan pada saya bahwa keindahan alam ada di sekitar kita. Hanya saja kadang tidak setiap orang bisa merasakan keberadaannya. Mungkin karena hati dan fikirannya berada ditempat lain.

Dengan bermeditasi mungkin semua keindahan hati itu bisa lagi kita miliki.

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »